Gunakan Kompor di Bazar TK Aisyiyah, Sebagian Orangtua Murid Keluhkan Keselamatan Anaknya

Banjarmasin - Kegiatan Bazar di TK Aisyiyah Al jihad mendapat keluhan dari beberapa orangtua murid dikarenakan ada beberapa dari pedagang di bazar tersebut menggunakan kompor untuk memasak barang dagangannya.

Penggunaan kompor itu menurut orangtua Murid kurang aman buat anak-anak TK dan SD yang belanja di stand mereka, apalagi para pedagang tidak memperhatikan keselamatan anak-anak yang bergerombol untuk membeli tersebut.

Marisa, seorang orangtua murid mengatakan, biasanya kegiatan bazar di lingkungan sekolah tidak di perbolehkan memakai kompor karena banyak anak-anak yang membeli jajanan dan para pedagang tidak memberikan pengaman pada kompornya agar anak-anak tidak terlalu dekat dengan kompor.

"Saya sebagai orang tua siswa SD sangat menyayangkan sekali kegiatan Basar harus tidak boleh pakai kompor dan ada kabel listrik yang tidak di rapikan Senin kemarin hal ini takut bisa membuat jatuh anak-anak di sekitar lorong sekolah," katanya.

Hal senada juga di ungkapkan Mama Arum, yang melihat kondisi kegiatan tersebut banyak anak sekolah SD maupun TK belanja makanan berjubel desak-desakan kalau pakai kompor bisa membahayakan anak-anak yang belanja jajan waktu istirahat dan tidak ada pengaman kompor dengan batas anak-anak.

"Saya meminta agar kepala sekolah SD maupun TK tolong di perhatikan dan di tegur pedagang Bazar supaya tidak ada korban atau resiko ke anak-anak siswa SD atau TK, saya sebagai orang tua siswa memohon kepada kepala sekolah TK atau SD untuk lebih memperhatikan keselamatan anak-anak kedepannya," ucap Mama Arum.

Sementara itu, Ediyawati Tauhidiyah, S. Pd, AUD, Kepala Sekolah PAUD Terpadu 'Aisyiyah 2, ketika di konfirmasi mengatakan pihaknya memohon maaf dan berjanji akan memeriksa lagi yang menjadi keluhan dari orangtua murid tersebut.

"Kami memohon maaf kepada orangtua murid apabila dalam Bazar yang diadakan 6 bulan sekali ini ada hal-hal yang menjadi keluhan para wali murid," ujar Ediyawati di dampingi Ketua Yayasan dan Guru-guru kepada awak media. Selasa (5/3/2024).

Ia juga mengatakan untuk kedepannya akan lebih ketat lagi dalam mengadakan kegiatan Bazar ini agar para pedagang yang mengikuti tidak menggunakan kompor dan lebih mengutamakan keselamatan siswa-siswi nya.

"Kedepannya kami akan menghimbau kepada pedagang yang mengikuti Bazar ini untuk tidak menggunakan kompor dan lebih mengutamakan keselamatan siswa-siswi yang jajan di stand mereka," tutupnya.(Tim)